KONSEP BAHAGIA DIMATA PEREMPUAN


“Andai a..a..a..aku jadi orang kaya”, kata opie andaresta dalam sebuah lirik lagu yang dinyanyikannya. Ya..ya..ya, jika kita tanyakan kepada generasi hawa yang ada di seluruh dunia ini hal apa yang bisa membawa kebahagiaan bagi mereka, pasti yang akan d…ikatakan mereka adalah “MATERI” makanya muncul lirik lagu lainnya sebagai tandingan “Cewe Matere ke Laut Aje”. Itulah standart yang di patok oleh seorang wanita yang kelak akan menjadi suami mereka. Mereka menganggap bahwa dengan materi yang melimpah hidup mereka akan bahagia,bahkan mereka rela untuk menghabiskan waktunya bertahun-tahun di bangku perkuliahan mengejar title hanya demi mahar atau mas kawin saat nikah, karena telah berkembang opini umum semakin tinggi title yang diraih seorang wanita maka semakin besar mahar yang dipatok sebagai harga atas dirinya. Inilah gambaran wanita ala dekmokrasi-kapitalis. Selanjutnya, muncul sebuah rumus baru untuk para wanita jajahan kapitalis saat ini, mereka sangat tergila-gila dengan rumus yang satu ini yaitu F3 (Food, Fashion and Fun). Yupz, demi ketiganya ini mereka rela harus melakukan apa saja untuk obsesi – obsesi berlebihan mereka. Mari kita bahas satu persatu adat istiadat dan ritual-ritual mereka dalam meraih kebahagiaan ‘hakiki’menurut para wanita ‘korban’ kapitali. Kita mulai dari Food, demi mengikuti kebiasaan para wanita barat, para wanita zaman sekarang berduyun-duyun pergi ke restoran ala barat. Mereka merasa lebih bermartabat jika mereka makan ditempat-tempat yang menyajikan menu makanan ala barat, sehingga kecanduan akan western (kebarat-baratan) sudah merasuki dalam sendi-sendi kehidupan mereka. Sehingga mereka harus bisa dan mampu untuk mendapatkan materi berlimpah demi kebiasaan mereka yang memakan makanan ala barat. Sampai-sampai ada di suatu daerah yang belum pernah ada restoran waralaba KFC mendirikan cabang di daerah tersebut, hingga sambutan luar biasa penduduk rela mengantri demi makanan sepotong ayam goring, padahal jika seandainya kita goreng sendiri tidak perlu menghabiskan banyak waktu untuk mengantri berjam-jam hanya demi sepotong ayam goreng. Kemudian dari fashion, mereka berlomba-lomba untuk menjadi yang terbaik dan tercantik tentunya untuk melengkapi kebahagiaan mereka. Semua style yang mereka gunakan jelas adalah budaya barat yang tentunya memiliki fashion yang sangat amburadul. Mereka berprinsip bahwa wanita memiliki kebebasan mutlak atas apa yang mereka kenakan, sehinga muncullah trend gaun-gaun yang menampilkan bentuk-bentuk tubuh mereka yang seharusnya tidak patut untuk ditamplkan diruang public dan yang lebih miris lagi, wanita –wanita muslim dengan rela dan ikhlas memerima semua itu bahkan mereka juga rela untuk saling berkompetisi menunjukkan siapa wanita yang terbaik abad ini. Fashion juga melanda gaya hidup wanita mslim zaman sekaran, mereka dengan banga mengakui diri mereka sebagai fans Madonna, Britney Spears atau lady Gaga, sebaliknya mereka malu menunjukkan jati diri mereka akan islam. Mereka tidak mengenali lagi siapa aisyah, Fatimah, khadijah, Nusaibah Ummu Imarah, Al-Khansa, Bunda Sumayah yang nyata-nyata wanita super duper Luar biasa dibandingkan dengan mereka artis-artis penghuni neraka jahannam. Termasuk kebiasaan hidup mereka juga dihiasi dengan kebiasaan dan standard kecantikan ala ‘West’. Mereka berlomba-lomba untuk memperindah bentuk tubuh mereka, perombakan disana sini pun rela mereka lakukan. Bahkan ada prinsip yang sangat terkenal yaitu semakin kurus dan semakin tampak tulang –tulang mereka, maka makin seksilah wanita tersebut.bahkan untuk menjaga bentuk tubuh mereka, mereka rela untuk memuntahkan kembali makanan yang telah mereka makan, asalkan bentuk tubuh mereka bisa seindah lekukan tubuh Beyonce. Mereka rela untuk operasi sana sini demi kecantikan, menghabiskan berjuta-juta dollar demi bentuk tubuh palsu ala plastic yang mereka incar. Seperti kasus Malinda Dee yang harus menelan pil pahit akibat operasi yang dilakukannya sendiri sehingga harus merasakan radang infeksi payudara akibat inplan yang di pasang mengalami infeksi. Inikah bentuk penderitaan yang mereka inginkan? Sekarang balasan didunia harus dirasakannya, belum lagi balasan di Akhirat yang telah mengubah bentuk ciptaan Allah. Untuk mengubah bentuk alis saja Allah sudah melaknat seorang waita yang mencukur alisnya, dan sekarng wanita berlomba-lomba untuk mengubah seluruh bentuk tubuhnya, bayangkan berapa besar laknat Allah yang akan didapat. Belum lagi aksi nekad wanita sekarang yang ekstrem megikuti gaya berpakaian Barat yang jelas-jelas menampakkan bentuk tubuh mereka yang haram untuk dipertontonkan. Bahkan mereka dengan bangganya menunjukkan “Inilah Tubuh Saya!!”. Aksi berani mereka tentu saja mengundang berbagai tindak asusila yang wanita sendiri sebagai korban. Mereka adalah alat pancing untuk semakin menyuburkan tindakan pemerkosaan dan video-video porno yang beredar yang mengakibatkan rusaknya pergaulan remaja zaman sekarang. Bayangkan secara umum Komnas Anak melaporkan 97% anak Indonesia pernah nonton Pornografi, 97% anak SD pernah mengakses pornografi (2009). Berdasarkan data Depkominfo pada tahun 2007, ada 25juta pengakses internet di Indonesia, konsumen terbesar 90% adalah anak usia 8-16 tahun, 30% pelaku adalah anak. Bahkan hasil Survey komisi Pelindungan Anak Indonesia (KPAI) yang dirilis awal mei 2010 menyebutkan bahwa sebanyak 97% siswa sekolah pertama dan sekolah menengah atas pernah menonton dan mengakses situs pornografi. Inilah akibat kebebesan yang bablas ala Kapitalis mengatasnamakan kebebasab berekspresi yang mengakibatkan kehancuran bahkan dari sendi terkecil yaitu anak-anak. Yang ketiga yaitu Fun, budaya hedonistis telah mengakar pada sendi kehidupan wanita zaman sekarang. Demi alasan kesenangan pula mereka rela untuk menjadi wanita-wanita penghuni dunia malam. Mereka sudah biasa dengan kehidupan malam dan mencari kesenangan ala Barat dengan mendatangi Club-Club malam untuk mencari kesenangan dan memenuhi kebutuhan ‘nafsu’ mereka. Budaya Fun yang diusung kapitalis adalah kebebasan untuk mendapatkan kebahagiaan Jasmani termasuk kebutuhan akan seksual. Semua ini pun dianggap wajar oleh mereka wanita-wanita pengemban ideology kapitalis yang dengan rela dan senang hati di eksploitasi habis-habisan. Coba kita perhatikan, sekarang semua lini kehidupan di pegang oleh wanita. Bahkan untuk iklan-iklan yang ada di TV seolah-olah tidak afdhal jika tidak memakai wanita sebagai pelaris dunia periklanan. Bayagkan saja iklan sebuah motor bebek, kalau difikir-fiir apa hubungannya motor bebek dengan wanita? Tapi mereka dengan beraninya menampilkan wanita seksi sebagai peran yang mampu melariskan produk mereka. Bahkan muncul anggapan sekarang, jika pria boleh tidur dengan berganti-ganti pasangan,seharusnya wanita juga berhak. Jika pria boleh beristri 4 untuk memenuhi kebutuhan biologis mereka, maka wanita juga berhak memiliki suami 4 dan semua ini mengatasnamakan Emansipasi Wanita. Akibatnya, menurut hasil survey Badan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (BPPKB) jawa barat di 6 Kabupaten di Jawa Barat tahun 2009 menunjukkan ada 29% remaja yang pernah melakukan seks pranikah. Artinya jika jumlah remaja jawa barat berjumlah 11 juta jiwa maka 3 jutanya pernah melakukan seks bebas. Di Indonesia, berdasarkan laporan Komnas Anak pada tahun 2007, jumlah remaja yang sudah tidak perawan tercatat 62,7 %. Dan dampak dari itu semua menurut data Voice of human Rights melansir aborsi di Indonesia menembu angka 2,5 juta kasus, 700ribu diantaranya dilakukan oleh remaja dibawah usia 20 tahun. Inilah dampak-dampak luar biasa atas standar yang digunakan para wanita sekarang dalam menilai konsep kebahagiaan yang sesunguhnya malah membawa dampak buruk bahkan tidak hanya berdampak buruk bagi pelaku tetapi juga masyarakat luas. Inilah kondisi dimana Negara tidak menjadikan Islam sebagai dasar negaranya melainkan demokrasi kapitalis yang menyebabkan kebebasan manusia yang berada didalamnya menjadi bablas!!. Lain halnya dengan Islam. Islam benar-benar menjaga kehormatan bagi wanita. Islam mengajarkan bahwa standar kebahagiaan yang hakiki adalah Ridho Allah bukan Food, Fashion, dan Fun ala kapitalis. Food dalam islam adalah apapun makanan yang penting halalan toyyiban buka makana ala barat yang tidak terjamin kehalalannya apalagi ketoyyibannya. Fashion dalam islam bukan mempertontonkan tubuh wanita, juga buka menampakkan kecantikan wanita dan standar kecantikan untuk wanita dalam islam bukanlah seberapa ramping tubuh seorang wanita melainkan cukuplah wanita yang memiliki style islam dalam menutup auratnya dengan hijab atau jilbab dan kerudung dan hanyalah kesholehanlah sebagai standar kecantikannya. Fun ala islam juga berbeda dengan Fun ala kapitalis yang mendapatkan kenikmatan jasmani termasuk seksual sebanyak-banyaknya yang jelas-jelas menjatuhkan martabat wanita melainkan Fun atau kesenangan meraih ridho Allah dengan menjadi ummunwarabbatul bait. Dengan begitu seorang wanita akan merasa terhormat menjadi manajer rumah tangga bukan dieksploitasi habis-habisan oleh kapitalis sekuler. Dengan menjadi ummunwarabbatulbait seorang wanita akan bahagia dengan pekerjaan mulianya sebagai wanita. Rasululullah saw bersabda, “Perbandingan dunia dan akhirat itu seperti salah seorang dari kalian memasukkan jarinya di laut, kemudian perhatikanlah apa yang menempel ketika ia angkat (itulah dunia).” [HR. Muslim, Tirmidzi, dan Ibnu Majah] Konsep bahagia wanita dalam Islam bukanlah menjadikannya asset public yang bebas ditonton dan dinikmati banyak pria diluar, tetapi seorang wanita dalam islam mampu bahagia jika dia menerapkan islam dalam dirinya karena sungguh islam akan menjadikannya sebagai wanita yang paling bahagia dan membanggakan dunia terlebih dengan kecantikan ilmunya dan kecantikan balutan pemikiran islam yang ada pada dirinya. Kita lihat saja bagaimana sosok bunda Aisyah sebagai hasil dari penerapan islam dalama dirinya. Aisyah adalah wanita dengan tingkat meriwayatkan hadits yang paling banyak, selain meriwayatkan hadits, aisyah juga mampu menggali hokum sendiri bila menemukan sesuatu yang tidak ada penjelasan rinci dalam al-Quran dan hadits lainnya. Bahkan para sahabat yang lain pun tak segan-segan untuk meminta pendapat kepada beliau jika mereka berselisih pendapat dalam satu masalah yang tidak bias mereka selesaikan sendiri. Bahkan karena kecerdasan dan keluasan ilmu beliau, menurut Qasim bin Muhammad bin Abu Bakar, anak saudara laki-laki Aisyah, mengatakan bahwa pada masa kekhalifahan Abu Bakar, Umar , dan Utsman , Aisyah menjadi penasehat pemerintahan.itulah sosok wanita yang sesungguhnya yang dididik dengan islam. ” Katakanlah, kenikmatan dunia itu sangatlah sedikit, sedangkan akhirat itu lebih baik bagi siapa yang bertaqwa.” {TQS. An Nisa;47} Kebahagiaan hakiki yang mampu dirasakan wanita dalam Islam adalah yang mampu melahirkan generasi hebat pencetak peradaban. Dengan membekali diri seorang wanita mampu mencetak generasi handal penakluk kapitalis dan system kufur sebagaimana ibu yang melahirkan sosok Muhammad Al-Fatih, Shalahudin Al-Ayyubi dan lainnya. Dan yang paling terkenal adalah Imam Syafii yang memiliki Ibu yang selalu mengajarkannya tenttang islam bahkan melatihnya hingga diusianya yang baru menginjak umur 7 tahun sudah fasih melafalkan ayat al-Quran seutuhnya. Sehinngadengan didikan ibunya, sehingga imam syafii mampu menjadi imam mahzab yang sangat termahsyur. Selayaknyalah wanita zaman sekarang menjadi wanita-wanita ideologis yang mampu membimbing dan mencetak generasi penggerak peradaban besar dan membawa panji islam dalam tiap genggaman tangan. Itulah sosok wanita perkasa dalam islam yang tiada tanding dengan keintelektualan dan ideologisnya para wanita pengukir peradaban. Wanita yang selalu menjaga kehormatan diri, keluarga, dan agamanya. Bukan wanita yang selalu mengeksploitasi dirinya demi kepentingan kapitalis yang hanya ingin mencari keuntungan dengan habis-habisan mengunakan wanita sebagai objeknya. Dengan demikian wanita penggenggam kapitalis akan selalu rendah dimata dunia bahkan Allah, sebaliknya wanita berideologi islam akan menjadi wanita mulia dan bermartabat dihadapat seluruh penghuni langit dan bumi. Dan kesemuanya ini tidak cukup hanya peran individu melainkan Negara yang harus menerapkan Islam dalam setiap sendi-sendi kehidupan untuk mencetak generasi-generasi bermartabat dan wanita yang sholehah karena menurut hadits Rasulullah SAW jika suatu negeri dikatakan baik jika baik pula wanita-wanita di negeri tersebut. Untuk itu mari kita perjuangkan Khilafah sebagai Institusi Pemerintahan yang menjadikan islam sebagai Dasar Negara untuk mengatur segala aspek kehidupan termasuk para muslimah yang bernaung dibawahnya. Wallahu’alam bishawab Oleh: Rini & Rindy Lihat Selengkapnya
Oleh: Media Islam Online

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s