KIAT MENGHAFAL AL QURAN & DOA HAFAL AL QUR’AN


Menjadi penghafal Al Qur’an? wow…keren….

Bayangkan kalau kita bisa menjadi pemelihara Al Quran. Menurut beberapa ulama, penghafal Al Quran, berarti termasuk “Kami” yang disebut kedua dalam QS Al-Hijr (15:9)
“Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Al Qur’an, dan sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya”

Bagaimana caranya supaya hafalan nempel terus ya? Jangan sampai hari ini dengan susah payah menghafal eh bulan depan udah lupa…:(

Baru baru ini saya baca buku yang bagus soal kiat menghafal Al Quran. Supaya isi buku tersebut tidak terlupakan, saya tulis di blog ini ringkasannya ya. Mudah mudahan bermanfaat untuk kita semua. Amiin.

Berikut kiatnya:

1. Meluruskan niat, harus ikhlas karena Allah.
2. Baca doa agar hafalan tidak mudah terlupakan:

Diriwayatkan dari Ibnu Mas’ud apa yang ia dengar dari Rasulullah SAW tentang sabda beliau : “Siapa yang takut lupa Al Quran setelah menghafalnya dan ilmu setelah mempelajarinya hendaklah ia mengucapkan:

Allaahumma nawwir bil kitaabi bashorii
wasyrohbihi shodrii
wasta’mil bihi badanii
wa ath’liq bihi lisaanii
wa qowwii bihi janaanii
wasyrohbihi fahmii
wa qowwii bihi ‘azmii

bihaulika wa quwwatika fa innahu laa haula wa laa quwwata illa bika
Yaa arhamar roohimiin.

Artinya: Ya Allah, sinarilah penglihatanku dengan kitab ini, lapangkanlah dadaku dengannya, pekerjakanlah tubuhku dengannya, lancarkanlah lidahku dengannya,kuatkanlah hatiku dengannya, gamblangkanlah pemahamanku dengannya, kuatkanlah azamku dengannya, dengan daya dan kekuatanMu. Sesungguhnya tak ada daya dan kekuatan kecuali dengan (pertolongan)Mu. wahai Dzat yang sangat berbelah kasih. 1)

3. Perbaiki bacaan sebelum menghafal. Bacaan harus benar tajwid mau pun makhrojnya. Untuk hal ini diperlukan guru pembimbing.

4. Memotivasi diri :

a. Sadari bahwa Allah memberikan kemampuan yang luar biasa kepada otak kita. Otak terdiri dari sepuluh ribu juta sel neutron. Manusia mampu memproses hingga 30 milyar informasi setiap detik. ( ket: Kalau manusia bisa menciptakan komputer yang memorinya begitu canggih, tentunya Allah bisa membuat yang lebih canggih lagi, yaitu manusia. Setuju ngga? )

Lihat Al qomar (QS 54:17)”Dan sesungguhnya telah Kami mudahkan Al Qur’an untuk pelajaran, maka adakah orang yang mengambil pelajaran?”

Anak anak di Palestina bisa menghafal 2 juz Al Quran dalam 2 jam, fakta ini saya baca dari harian Republika. Ada guru ngaji teman saya yang hafal Al Quran dalam 2 bulan.
Jadi otak manusia memang mempunyai potensi yang luar biasa.

b. Mengingat keutamaan menghafal Al Quran, antara lain mengingat hadis berikut:
” Dikatakan pada penghafal Al Quran, ‘Bacalah dan naiklah.’ Bacalah dengan tartil sebagaimana engkau melakukannya di dunia. Sesungguhnya tempatmu terletak di akhir ayat yang engkau baca.” (HR. Abu Dawud)

Pada waktu perang Uhud. Sahabat Rasulullah banyak yang syahid sehingga satu liang lahat diisi dengan beberapa jenazah. Rasulullah mendahulukan yang lebih banyak hafalannya untuk dimasukkan ke dalam liang.

Untuk menjadi imam atau bahkan duta besar di jaman Rasul SAW diutamakan yang lebih banyak hafalannya. Khusus untuk duta besar dipilih yang hafal surah Al baqoroh.

Jenazah penghafal Al Quran yang diketemukan pada musibah tsunami di Aceh, tercium wangi dan badannya utuh tertutup rapih, sementara kebanyakan jenazah yang lain sudah bau dan terbuka auratnya.

Orang tua dari penghafal Al Quran (yang juga mengamalkan tentunya)akan dianugrahi mahkota sebagai penghargaan dari Allah SWT di hari akhir nanti.

Penghafal surat Al Waqiah akan dimudahkan rezekinya. (lihat posting saya soal Rezeki)

Masih banyak keutamaan lain yang menunjukkan keutamaan itu diberikan di dunia dan akhirat.

c. Menghafalkan Al Quran cukup atau bahkan sangat menyita waktu. Agar tidak merasa rugi ada baiknya mengingat hadis berikut:

” Penghuni surga tidak meratapi sesuatu pun selain waktu mereka yang lewat dan mereka tidak mengingat Allah di waktu itu.” (HR. Thabrani)

Ngomong ngomong soal waktu, saya jadi ingat cerita yang membuat saya terhenyak dan mulai berniat menghafal Al qur’an dengan lebih serius. Begini ceritanya:

Seorang anggota DPR dari Indonesia bertemu dengan seorang anggota DPR dari Palestina.
Ternyata sudah biasa bagi orang Palestina, bila bertemu sesama muslim mereka menanyakan berapa banyak hafalan Al Qur’an mereka. Anggota DPR dari Palestina ini menanyakan berapa banyak hafalan anggota DPR Indonesia tersebut. Subhanallah, ternyata anggota DPR ini sudah hafal 20 juz. Tentunya tidak banyak anggota DPR kita yang sedemikian hebatnya. Lalu apa kira-kira reaksi dari orang Palestina tersebut ? ….ia menanyakan, Berapa umurmu? jawab orang Indonesia itu…40 tahun. Orang Palestina itu berkata Kamu kemana aja ? ……. ???

Jadi di Palestina, dari usia dini sekitar 7 tahun, kebanyakan dari mereka sudah mulai menghafal Al Qur’an. Dengan kecepatan yang paling lambat, mereka menghafal minimal 1 ayat sehari. Walau pun kenyataannya mereka ada yang bisa menghafal 1 juz dalam 1 jam. 6666 ayat berarti bisa dihafal dalam jangka waktu paling lambat sekitar 18 tahun.Jadi di usia 25 tahun mereka sudah hafal seluruh Al Qur’an. Makanya dalam kisah di atas, ia heran orang anggota DPR itu “baru” hafal 20 juz.

Waktu mendengar cerita yang disampaikan oleh kakak saya itu, saya sedang kuliah di Al Hikmah. Ustadz menjelaskan bahwa hafalan seseorang menentukan posisinya di surga. Kira-kira begini penjelasan beliau. Kalau ditest oleh malaikat ternyata bacaan nya hanya disitu-situ aja nanti malaikat bilang Ya udah kamu di sini aja, ngga usah naik ke tempat yang lebih tinggi. Rasanya saya mau menangis, bagaimana dengan saya yang usianya sudah lebih dari 40 tahun dan hafalan saya baru sedikit sekali?…Semoga Allah memberi waktu dan kesempatan bagi kita yang belum hafal Al Qur’an, untuk mengejar ketertinggalan ini. Amiin.

d. Menyadari dan meyakini bahwa dunia dibandingkan akhirat bagaikan setetes air di lautan luas. Tujuan hidupnya adalah akhirat:

“Siapa yang akhirat adalah tujuannya, Allah akan mengumpulkan perkara-perkaranya , menjadikan kecukupan dalam hatinya, dan dunia mendatanginya dalam keadaan tunduk.
Sedangkan siapa yang dunia adalah tujuannya, niscaya Allah akan mencerai beraikan urusannya, menjadikan kefakirannya (terpampang)di antara kedua matanya dan dunia tidak mendatanginya selain yang telah ditetapkan untuknya.” (HR/ Ahmad))

5. Meninggalkan kemaksiatan.

6. Bersungguh sungguh dalam mencari metode yang paling tepat dan mengamalkannya dengan konsisten. Beberapa hal yang perlu dilakukan:
a. Tentukan target.
b. Konsentrasi.
c. Menghafal saat kondisi hati dalam keadaan nyaman.
d. Manajemen waktu.Sisihkan waktu khusus setiap hari, untuk menghafal dan untuk mengulang.
e. Mencari tempat yang kondusif untuk menghafal.
f. Perhatikan ayat ayat yang mirip dan memperhatikan perbedaannya, agar tidak tertukar.
g. Mengulang ulang.
– Salah satu cara supaya hafalan menempel adalah dengan mengulang bacaan suatu ayat sampai 20 kali, kemudian ke ayat berikutnya juga 20 kali. Setelah ayat ke 4, dibaca ayat 1 sampai 4 sebanyak 20 kali. Demikian seterusnya.
– Membacanya di dalam sholat. Dibaca dalam sholat wajib untuk yang sudah dihafal dan sholat sunnah untuk yang dalam proses penghafalan.
h. Jangan menghafal ke halaman berikutnya sebelum halaman tertentu lancar.
i. Minta disimak orang lain yang kompeten.

7. Mencari lingkungan yang mendukung, berkawan dengan orang-orang sholeh.

Kiat tambahan yang penting:

a. Hanya menggunakan satu model cetakan mushaf, sehingga memudahkan mengingat posisi ayat dan lebih baik lagi kalau bisa mengbayangkan tulisannya.
b. Mendengarkan bacaan syaikh yang memperaktekkan tajwid dengan baik
c. Membaca dan menghafal dengan suara indah.
d. Membaca, menghafal dan sekaligus mentaddaburi ayat.

e. Mengasosiasikan dengan sesuatu.

Poin terakhir ini saya cetak tebal, karena saya pribadi merasa cocok dengan metode ini. Ada yang memberi istilah “Jembatan Keledai” untuk metode ini, kalau ngga salah seperti yang dituliskan di novel “Hafalan Sholat Delisa”.

Salah satu pelatihan yang memakai metode ini adalah Kaunyquantum Memory. Untuk mempermudah mengingat hafalan, rangkaian beberapa ayat dibuat cerita bergambar.
Pada umumnya orang menyukai cerita, sehingga dengan mengingat alur cerita, maka lebih mudah mengingat bunyi ayat dan urutannya. Walau pun untuk mencari padanan kata yang “pas” itu tidak terlalu mudah, tapi bisa dibuat “pelesetan” nya.

Contohnya: waktu menghafal Asmaul Husna “Syakur” maka yang diingat adalah gambar bunga sakura.

Namun tetap saja seluruh metode memerlukan pengulangan, perlu pemeliharaan. Hafalan Al Quran akan cepat sekali hilang bila tidak dipelihara, bagaikan unta yang tidak diikat.

“Dari Abu Musa r.a. dari Nabi saw, beliau bersabda : “Berhati-hatilah kamu sekalian terhadap Al Qur’an ini. Demi Dzat yang jiwa Muhammad berada dalam genggamnNya sungguh Al Qur’an itu lebih cepat terlepasnya daripada onta dari tali ikatnya”.
(Riwayat Buhari dan Muslim)

Buat yang sudah berusaha, namun belum lancar menghafal maupun membacanya, jangan khawatir Allah Maha Penyayang. Yang penting kita harus berusaha seoptimal mungkin.

Dari Aisyah R.A berkata, Rasulullah SAW bersabda: “Orang yang membaca Al Qur’an dan ia mahir maka nanti akan bersama-sama dengan para malaikat yang mulia lagi taat. Sedangkan orang yang membaca Al Qur’an dan ia merasa susah di dalam membacanya tetapi ia selalu berusaha maka ia mendapat dua pahala”. (HR Bukhari dan Muslim).

Perlu diingat bahwa di jaman Rasulullah belum ada mushaf. Jadi ada sebagian ulama yang memaknai “membaca Al Qur’an” di sini dengan “membaca tanpa teks” atau dengan kata lain menghafal. Jadi memang kita harus berusaha untuk menghafal untuk bisa mencapai tingkatan yang begitu tinggi bersama malaikat di surga. Walau pun tentu saja amalan lain juga ikut menentukan derajat kita di surga. Wallahu a’lam.

Semoga tulisan yang saya rangkum dari berbagai sumber ini bisa memotivasi kita semua. Kita saling mendoakan ya. Semoga kita bersama sama bisa menambah hafalan dan membuatnya nempel terus di hati, di fikiran dan di amalan kita. Amin.

ket: 1) Hadits Maudhu’, lihat dha’iful Jami’, Al- Albani, hadits no 2172.

Disadur dari buku :
“Sebulan Hafal Al Quran,” Ir. Amjad Qasim. Penerbit Zam zam.
Sumber refensi lain:
“Terjemah Riyadlus Shalihin”. Penerbit PT Karya Toha Putra.
Harian “Republika” dll.

http://setetes-embun-di-pagi-hari.blogspot.com/2011/09/kiat-menghafal-al-quran.html

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s